Alesha merasa sangat pusing ketika membuka matanya, seingatnya dia masih berkuda dengan Putra Mahkota Leoniel, setelah itu dia tidak ingat sama sekali. Tapi Alesha merasa familiar dengan kamar ini, tunggu, ini di kamar tidurnya, iya,, ini di kamar tidurnya. Alesha hanya membuka matanya sambil memijat pelipisnya, kepalanya pusing, perutnya sakit. Fiya masuk kedalam kamar Alesha membawa nampan berisi air hangat untuk menyeka tubuh Alesha, namun Fiya terkejut dengan Alesha yang telah membuka matanya setelah kemarin seharian Alesha membuka matanya, pagi ini Alesha telah membuka matanya. “Putri Alesha,” Fiya langsung meletakkan nampannya di atas meja, lalu menghampiri Alesha yang masih berbaring di tempat tidur. “Fiya,,” Alesha hanya mampu bergumang pelan, tenggorokannya sakit untuk bicara

