Entahlah bisa dikatakan ini bukan sebuah mimpi bisa juga di katakan ini adalah sebuah mimpi, semua terserah yang di atas. Kali ini Samantha benar-benar ingin menampar pipi Elica, bisa-bisanya dirinya membuat suatu kebohongan yang unik, wajah masam dari Elica benar-benar membuat mereka tidak tahu lagi harus berkata apa-apa. Elica menyesal telah membohongi teman-temannya bahkan untuk saat ini dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan untuk membalikkan suasana seperti dahulunya. "Kenapa kamu seperti itu?" tanya Rachel dengan wajah yang juga nampak risau. "Maafkan aku sayang, namun aku rasa dengan begitu kalian tidak lagi mencoba membayangkan kenangan kita yang dulu bersama dengan Casilda," ucapnya dengan kepala yang menunduk. "Tidak begitu juga kali, kenapa mesti bawa-bawa ke alam bawah s

