PESTA TANPA SYARAT

1027 Words
Sepertinya ini bukan suatu gak yang tidak diinginkan lagi, ini adalah sebuah pertanda bagi mereka yang nantinya akan memulai segalanya dari gak terkecil sampai ke hal yang terbesar, dia hanya bisa bersandar pada pengetahuan yang tidak ada duanya. Samantha telah berada di depan sekiranya ini akan memakan waktu satu jam supaya mereka bisa keluar dari tempat ini, yah setidaknya hanya satu jam dan mereka akan melewati tempat ini, dengan cepat mereka hanya bisa mengatakan bahwa ini adalah sebuah uji coba bagi mereka. Wajahnya penuh dengan kisah asmara yang tampaknya masih belum sepenuhnya bisa terobati dia hanya menoleh ke samping serta memastikan bahwa tidak ada lagi sesuatu yang lain selain semua ini, dia berdoa semoga tidak ada kisah runyam setelah mereka kembali dari tempat ini. "Bagaimana bisa kita seperti ini?" tanya Elica. Mereka semua menoleh ke arah suara itu, entahlah kenapa Elica bertanya seperti itu namun sepertinya dia hanya ingin memastikan bahwa semua ini hanya perlu di tanyakan bukan buat di simpan, siapa tahu dia bisa lebih nyaman ketika mendengarkan pertanyaan ini. Percakapan antara Rachel dan juga Elica sepeetinya membawa dampak yang baik untuk Elica dengan penjelasan dan juga segalanya dia pasti akan mendapatkan apa yang di maksud dengan segalanya. "Apakah kamu tahu? ini bukan sekedar perjalanan ini memiliki makna yang mempunyai seribu satu bahasa." "Maksud kamu apa?" "Yah, anda sangat bodoh kenapa itu saja tidak mengerti?" "Yah, coba jelaskan secara rinci saya saja tidak tahu kalau sempat seperti ini, yah aku hanya bisa berkata ini adalah hal yang tidak baik bukan?" "Yah, kenapa tidak baik? kita akan sampai beberapa menit lagi hanya tinggal menit tidak hitungan hari lagi, dan apakah kamu akan menyudahi perjalanan ini di tengah seperti ini?" "Wah kenapa aku begitu bodoh, yah tidak mungkin aku menyudahinya bukan?" Karena penjelasan itu akhirnya dia paham betul untuk segalanya dia hanya tahu bahwa hidup bukan sekedar hidup saja untuk memikat udara dan perjalanan ini membawanya bisa jauh ke alam yang lebih menusuk lagi, tetapi tidak apa-apa yang terpengaruh dia bisa hidup bebas dari alam yang tidak ada duanya. Semua orang tertawa saat berada di dalam.runah besar itu, dengan pakaian mewah dan juga pernak-pernik yang melekat di tubuh mereka entahlah ini hanya sebuah pertanyaan di atas pertanda saja, tidak lebih dan tidak kurang dan tidak ada yang bisa mengetahui bahwa mereka mungkin tidak akan kembali ke alam yang sekarang ini terdapat di dalam hutan yang sangat pekat dan pengap. "Apakah yang kamu katakan?" Robert menoleh dengan deretan gigi putih yag selalu menemani malamnya. "Ya, ini adalah pesta yang paling mewah saya datangi di beberapa bulan ini, bapak Robert memang selalu melakukan yang terbaik bukankah ini suatu hal yang sangat menakjubkan?" Seseorang bertanya kepada mereka dan bertanya lagi kepada mereka, entahlah kenapa sekarang ini semuanya seakan tidak terjadi begitu dalam? kenapa ada kata yang tidak biasa di dalam hidup Robert. Semua orang tahu bahwa Robert adalah orang yang berwibawa dan juga memiliki seribu satu sumber kekuatan di manapun kalian berada, bukankah itu adalah sosok yang di cari-cari? dia tersenyum dan meletakkan gelas yang dia pakai sedari tadi untuk minum dan beberapa menit lagi dia hanya tahu bahwa sekarang ini diamnya bukan lagi untuk miliknya. "Apakah kalian belum pernah ke pesat yang mewah? saya rasa ini hanya sekedar pesta kecil-kecilan yang tidak mampu untuk kalian datangi tetapi kalian malah mengatakan bahwa ini sangatlah mewah," ucapnya dan saat itu dia hanya tahu bahwa di balik perkataannya ada duri yang sangat tajam. "Bukankah kamu yang mengatakan bahwa pesta ini untuk orang besar?" Deg, jantung Robert hampir jatuh saat mendengarkan suara itu dari belakang entahlah dia hanya berkata dan merasa saja, siapa tahu ini adalah sebuah gejala di tengah gejalanya dan selebihnya hanya sebuah pendekatan saja. Dia menoleh mencoba menetralkan wajahnya yang tidak setenang ekspresi beberapa detik yang lalu, karena dengan ini sepertinya dia sadar ini semua akan menjadi sebuah hal yang konyol. Dia heran siapa yang datang itu, karena ini adalah atasan dari segala atasan dan penanam investasi di tempat kerjanya, dia menunduk kepala enggan hanya untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan dan beberapa menit kemudian dia terdiam dengan waktu yang dia miliki dia senang karena telah di ajak mengobrol oleh atasan itu. "Baiklah saya hanya bercanda jangan gugup seperti itu," ucapnya dan kembali menepuk pundak lelaki yag tadinya sudah hampir copot itu. "Tidak apa, bukankah ini akan menjadi sebuah permasalahan bagi kita sendiri? sepertinya ini bukan pilihan kamu hanya menjadi pilihan sementara waktu saja," tambah lelaki itu lagi dia hanya ingin tahu bahwa ini bukan lagi suatu kesalahan tanpa penyebab yang jelas. "Bagaimana maksud, Tuan?" seketika Robert yang selalu di panggil Tuan oleh semua orang yang berada di sana kembali dengan ragu mengatakan kepada lelaki yang di depannya dengan sebutan Tuan. "Yah, saya akan menjadikan kami benang merah kalau sofa yang kamu miliki terlalu besar sekali, saya tidak suka dengan orang yang mencoba rendah hati di hadapan orang yang tinggi hati." Dia pergi berlalu seperti angin entahlah wajah Robert yang kebingungan saja dia takut kalau sepertinya ini menjadikan dia sebuah insan yang lemah dan tidak akan membangun sebuah proyek yang besar kembali lahi, dia tersenyum di antara banyaknya masalah dan dia heran untuk apakah saat ini dia bisa berada di sisi ini? "Apakah yang dia maksud?" hanya satu kata tanpa perbuatan. Di seberang sana dia melihat bahwa wajah suaminya tampak cemas setelah berkata dengan Tuan penanam investasi, kenapa dengan dirinya? dia hanya tahu bahwa ini sekedar rasa untuk menolong suaminya bahkan tidak ada perasaan lebih atau malah sebaliknya dia tahu bahwa ini bukan sesuatu yang mustahil lagi. "Apakah yang dia katakan kepada laki, Mas?" wanita dengan tangan yang memeluk pinggang wanita itu kembali merasa prihatin dengan perubahan ekspresi yang tidak tenang itu. "Tidak, kenapa kamu datang ke sini? bukankah banyak tamu yang mencari saya?" tanyanya mengalihkan pembicaraan. "Banyak tetapi mereka bahkan tidak akan tahu kalau kamu di tempat ini, maka dari situ mari kita hampiri mereka ini kan pesta syukuran untuk proyek terbesar kamu," mereka terlihat sangatlah akrab ketika berada di luar sehingga semua orang yang melihat mereka hanya bisa iri dan hampir mengutuk mereka. "Seandainya aku berada di posisi Bella mungkin ini semua akan lebih baik kehidupan ini akan lebih menarik," dia bergumam dan menatap wajah itu dengan polos.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD