Kecelakaan Mobil

1882 Words

Mama menyandarkan tubuhnya ke belakang.   Aku hanya berharap mama mau mendengarkan penjelasan William hingga akhir. Aku ingin kesalahpahaman ini berkahir baik.   "Ia selalu menolak saya, dengan alasan ingin menyelesaikan kuliahnya, lalu bekerja dan membiayai kehidupan kalian. Ia bilang ke saya, kalau tidak akan menikah sampai adiknya nya bisa mandiri dan tidak merepotkan tante lagi."   Aku menelan saliva. Kata-kata Will benar. Aku yang mengatakannya. Namun, saat Mendengarnya dari mulut orang lain, aku sendiri jadi merasa aneh.   Mama bahkan tidak menyanggah atau memotong kata-kata Will. Mungkin mama masih merasa memiliki hutang budi pada William.   "Selama bersama dengan Tasya, Saya memang mendapatkan godaan-godaan untuk memilikinya secara utuh. Saya laki-laki normal. Tapi lagi-l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD