Sekarang kami berdua sudah berada di depan kamar. William memberikan sebuah kotak berwarna biru dengan pita hitam di atasnya kepadaku. Padahal tadi kami berdua sama-sama pergi ke pusat perbelanjaan dan melihat-lihat sebentar. Namun, aku tidak tahu kapan ia membeli kado ini untukku. "Apa ini?" tanyaku dengan kening berkerut. Akan tetapi, aku tidak bisa menahan bibirku untuk tersenyum padanya, "Terima kasih, ya ..." "Kau harus mengenakannya nanti malam ... pukul setengah delapan kujemput, ya, Sayang ..." Will mengecup puncak kepalaku. Aku masuk ke kamar dan menguncinya. »Will PoV« Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur berseprei putih dengan kasar. “Nyaman sekali. Akhirnya berbaring juga ...” monologku. Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku j

