I Found You

1914 Words

Aku mengikuti langkah perempuan yang bahkan belum kutau namanya. Ia berhenti di depan sebuah rumah. Ia segera membuka pintunya dengan kunci yang ia pegang.   "Masuk, Neng. Maaf jadi harus mampir ke rumah saya ..." ungkapnya dengan perasaan tidak enak.   "Namanya juga musibah, Bu. Kita mana tau kalau ban motornya akan bocor di jalan ..." Aku berusaha untuk tidak curiga.   Ibu itu menyalakan lampu rumah. Motornya yang tadi ia tuntun, ia tinggalkan saja di teras depan rumah.   "Ini, Neng, keringkan dulu rambutmu. Kalau mau salin baju, ada baju saya. Tapi, ya, tidak sebagus baju Neng ini ..." tawarnya kemudian.   "Tidak apa, Bu. Saya pulang saja. Sebentar lagi jemputan saya datang." Aku berbohong. Aku tidak ingin berada lama-lama di rumah ini. Tidak tau kenapa, perasaanku tidak enak.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD