BAB – 26

955 Words

BAB – 26 Esok pagi tiba, rutinitas seperti biasa terjadi. Pukul sembilan pagi Ziana baru berangkat ke toko kuenya. Sementara Daffa dan Anhari berangkat lebih pagi. Ziana menunggu toko kue yang hari ini agak sepi. Namanya berjualan kadang laku dan kadang sepi. Tepat pukul setengah enam sore sebuah motor terparkir dihalaman toko kuenya. Daffa datang bersama seorang wanita. “Assalamu’alaikum,” ucap Daffa ketika melihat sang istri menyambutnya. Wanita itu turun dan ikut menghampiri Ziana dan memasang senyum ramahnya. “Wa’alaikumsalam,” ucap Ziana mengambil tangan Daffa untuk diciumnya. Daffa tanpa segan mengecup kening istrinya didepan tamunya, yang membuat wajah wanita itu merona. “Febri, ini istriku, Zi, ini Febri yang aku ceritakan kemarin,” ucap Daffa. Ziana memperhatikan tingkah pola

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD