“Lo memang dari dulu ngajak ribut terus ya, Ton.” Anton memohon ampun mereka pun kembali berpelukan melepas rindu. Entah sudah berapa tahun mereka tak pernah berjumpa lagi, mungkin cukup lama. Ayumie menatap temannya itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Anton yang dulu ia kenal kini sangat berbeda jauh sekalipun pria itu seorang gay, tapi dulu pria itu masih maco dan sekarang… Ayumie mengusap d**a ada kesedihan yang mendalam dengan perubahan Anton yang besar-besaran dan ada rasa insecure karena temannya itu tak lagi macho tapi semakin cantik sekalipun tubuhnya gempal. “Jangan panggil gue, Anton terus dong, Yum. Angela. Ingat Miss Angela. Anton sudah mati, gue udah ganti apem nggak terong lagi.” Mata Ayumie nyaris keluar mendengar kabar duka itu begitu juga Fani. “Serius lo, Ton?”

