The Farewell | 38

1162 Words

Nurin berlarian kecil membukakan pintu untuk Alby. Menuruni anak tangga dengan begitu semangat. Sampai Bu Abraham kaget, mereka berpapasan dengan hampir bertabrakan. "Aduh, Sayang. Kenapa lari-lari? Jatuh nanti bahaya loh." Wanita itu mengusap d**a, geleng-geleng kepala. Nurin terkikik geli. "Bunda jangan banyak komentar. Lagi semangat ini." Setelah itu melambaikan tangannya lanjut melangkah menuju pintu utama. Bu Abraham mengernyit, lalu bertanya pada Mbok Ina. Karena Nurin tidak bercerita apa pun sebelumnya, Mbok Ina menggeleng tidak tahu. Karena rasa penasarannya besar, Bu Abraham menyusul secara diam-diam. Mengintip dari balik tembok. Ketika melihat Alby yang berdiri di depan sana, Bu Abraham mengulas senyum malu-malu. Beginikah ketika mempunyai anak gadis yang sedang jatuh cinta?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD