The Farewell | 32

2207 Words

Alby menjemput Nurin pagi-pagi buta, mengagetkan gadis itu yang bahkan belum siap apa-apa. Alby mengajak Nurin lari keliling dan bermain badminton. Untung saja Bundanya sudah menyiapkan sandwich selama Nurin bersiap tadi, begitu paham apa yang dibutuhkan putrinya. "Aku makan dulu ya, Kak. Kakak mau?" tanya Nurin. Mereka naik mobil pagi ini, kata Alby motornya kena jadwal pencucian hari ini. Alby menggeleng. "Gue juga udah makan sandwich tadi sebelum jemput lo. Makan aja, biar kenyang dulu. Setelah ini jadi kuat deh olahraganya." Nurin tersenyum, pipinya menggembung sebab mengunyah sandwich dengan gigitan besar. Alby gemas, dia menepuk-nepuk puncak kepala gadis itu. "Hem ... Kak Alby besok ultah nih. Nambah deh umurnya." Nurin terkekeh. Alby menginjak angka delapan belas, sebentara Nu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD