Alby menggandeng tangan Nurin, melangkah bersama memasuki gedung kesenian tempat di mana Hasan dan Husein mengikuti lomba mewarnai antar sekolah untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Sejak semalam ibu Alby tidak enak badan, sempat demam juga. Sehingga Albylah yang harus menemani si kembar dalam perlombaan hari ini dengan mengorbankan latihan badmintonnya. Bagi Alby tidak masalah, karena ibu dan kedua adiknya begitu penting dari segala hal tentang dirinya. Jari jempol Alby bergerak mengusap tangan Nurin, matanya mencari-cari tempat kosong untuk mereka duduki. Perasaan Nurin begitu senang karena Alby mengajaknya ke tempat yang begitu menyenangkan dan ramai oleh banyak orang. Nurin pikir di hati Kemerdekaan Indonesia tahun ini dia hanya melihat perlombaan anak ko

