Dorongan untuk menemui istrinya begitu besar sehingga pagi sekali tanpa persiapan apapun William berangkat ke bandara dan membeli tiket tujuan Denpasar. Dia hanya berpesan pada Olive, sekretarisnya untuk menunda seluruh pertemuan dan pekerjaan yang harus dikerjakan hari itu hingga esok hari. Pesawat berangkat tepat pukul delapan pagi, dan akan tiba di Denpasar jam sepuluh tiga puluh waktu Bali. Selama di perjalanan, tak henti hentinya William memandangi foto mereka berdua dari ponselnya. Tawa bahagia menghiasi wajah mereka ketika hari dimana foto itu diambil, hari yang sangat bersejarah bagi dia dan Aurel yaitu hari pernikahan mereka. Setelah mendarat dengan mulus, William segera menuju rumah Aurel dengan sebuah taxi. Sesekali William melirik jam pada pergelangan tangan, tidak sabar untu

