Pagi sekali dokter yang memeriksaku telah memperbolehkan aku untuk pulang. Tentu saja tempat yang akan kutuju bukanlah rumah, melainkan ruang ICU, dimana William sedang berjuang melawan maut. Kutemui Dewi dan kedua orang tuanya yang sedang berbicara dengan dokter di depan ruang ICU. Ketika mereka melihatku termenung memandangi mereka dari kejauhan, Dewi memberikan isyarat untuk mendekat. Kulangkahkan kakiku sedikit ragu mendekati mereka, sampai akhirnya kini aku berdiri disamping Dewi dan ikut mendengarkan pembicaraan Dokter yang sedang menjelaskan kondisi William. "Pagi ini saya telah melakukan beberapa pengecekan fungsi alat alat vital Saudara William. Jantung, Hati, Ginjal dan alat vital lainnya. Semuanya dalam kondisi baik, Seharusnya dia sudah siuman." kulihat Dokter menggelengkan k

