#46 Kenyataan Yang Harus Dihadapi

1246 Words

Malam yang sepi kembali menemani William, dirinya merindukan Aurel yang biasa menghangatkan suasana kamar. Dia menatap nanar ranjang yang menjadi saksi bisu kemesraan mereka, mendesah lalu mengacak rambutnya asal. Perasaan bersalah perlahan mulai merayap kembali, William mengutuk dirinya sendiri yang telah menjadi pengecut dengan mengabaikan istrinya. Padahal saat ini, Aurel membutuhkan dukungan terlebih dari suaminya. Dokter Brandon tengah membaca hasil scan MRI, Aurel dan Leo hanya dapat menebak hasil tersebut dari bahasa tubuh dan mimik wajahnya saja. Sesekali sang dokter mengrenyitkan dahi lalu menganggukan kepala. Sungguh waktu seakan berjalan sangat lambat. "Bagaimana Dokter?" tanya Leo dengan jantung berdebar. Dokter Brandon tidak langsung memberikan jawabannya, dia menatap Leo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD