Malam itu, mereka tidur berpelukan dengan senyum di wajah, sangat jelas terasa betapa William telah melabuhkan hatinya hanya pada seorang wanita yaitu Aurel. Cobaan demi cobaan mereka lewati hanya untuk bersatu kembali. Dalam pelukan William, Aurel tertidur dengan lelapnya. Namun tidak demikian dengan William. Pria itu berpikir keras mengatur strategi untuk mewujudkan semua janjinya. Hatinya bersyukur pada Tuhan yang masih sayang padanya, Dia memberikan kesempatan pada dirinya untuk menebus semua dosa dosanya. Tentu saja kesempatan ini tidak akan disia siakan William, tekatnya sudah bulat yaitu membahagiakan istri dan keluarganya. Sekelibat William teringat pada Lintang, pria yang sempat membuat dirinya jatuh dalam pelukan wanita lain. Cemburu yang membutakan hatinya sehingga memilih

