Keberangkatan mereka ke Bali tanpa persetujuan Wenny, wanita itu marah besar ketika melihat William menyeret koper besar sementara Aurel telah siap di dalam mobil yang akan membawa mereka ke bandara. "Wil, mau kemana kalian?" tanya Wenny dengan tangan di pinggang. "Mau antar Aurel pulang ke rumahnya ma." sahut William. "Kenapa pulang? Nanti mereka pikir kita tidak bisa merawat putrinya loh Wil" "Dia butuh ketenangan ma, dan tidak ada yang merawat dia disini. Willam harus ke kantor karena pekerjaan tidak bisa ditinggal" jelas William, berharap mamanya mengerti. "Sudahlah ma, biarkan mereka menentukan jalannya sendiri. Lagian, disana suasananya kan lebih tenang sehingga cocok bagi Aurel untuk beristirahat." ujar Tony menengahi percecokkan yang sepertinya akan terjadi beberapa saat lagi

