Matahari masih malu malu untuk hadir meberikan sinarnya pada dunia, seakan tahu kalau penghuninya masih ingin meringkuk dibalik selimut mereka. Tidak bagi Aurel dan William, kamar mereka dipenuhi dengan suara tangis para bayi yang mungkin saja lapar dan berteriak untuk diberikan s**u. "Sayang...aku gendong Nathan ya biar dia tenang sementara kamu berikan ASI ke Nala terlebih dahulu." ide William. "Jangan dong, Nathan nanti enggak kebagian ASI ku, Nala minumnya kuat juga Will" protes Aurel kasihan pada putranya yang selalu harus mengalah pada adiknya. "Baiklah, sebelum ini kan sudah Nala ya yang duluan, kalau gitu sekarang Nathan deh..." sahut William setuju dengan pemikiran istrinya. Memang repot jika memiliki anak kembar! Tuhan memang baik pada keluarga mereka, setelah sekian lama me
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


