Setelah selesai makan siang dengan Richard, Aku bergegas kembali ke kamar untuk membereskan barang bawaanku. Baru saja aku hendak menutup pintu kamar, tiba tiba dari luar ada sebuah tangan menahannya. "Aurel....." Perlahan kubuka kembali daun pintu yang belum menutup sempurna itu, kini dihadapanku pria yang selama ini kurindukan berdiri tegap dengan tatap tajam. "Boleh aku masuk?" kuberikan jalan baginya lalu pria itu masuk dan duduk di sofa. "Apa kabar William? Sepertinya tidak perlu kutanyakan hal itu. Terlihat anda sehat walafiat." ucapku sambil menutup pintu kamar. "Seperti yang kau lihat. Aku memang sehat walafiat. Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk hidup." Aku tidak ikut duduk di sofa melainkan kulanjutkan aktifitasku membereskan barang barangku. Kurasakan mata Willia

