Helaan napas panjang berembus dari mulut Javier tatkala punggung David sudah menghilang dari balik pintu. Kedua tangannya menutupi wajahnya sekaligus mengusap rambutnya ke belakang. Ia berharap David datang dengan penuh emosi atau terjadi pertengkaran hebat antara dirinya dengan pria itu. Ia berharap pria itu tidak sedikitpun menunjukkan sikap baiknya. Tapi yang terjadi sebaliknya, mantan kekasih istrinya itu malah tampil dengan pembawaan tenang dan seolah menyesal sudah mengambil keputusan yang salah. Javier sangat menyadari kenapa pria itu tidak mengungkit lebih dulu masalah kehamilan Alexa. Pasti karena laki-laki itu ingin memenuhi janjinya pada Alexa. Dan yang pasti lagi, pria itu benar-benar sangat mencintai istrinya. *** Pandangan David buram oleh cairan bening yang menumpuk di m

