Hari libur seharusnya menjadi hari paling damai dalam hidup Niva. Seharusnya. Nyatanya, sejak bangun pagi, hidupnya berubah menjadi simulasi bertahan hidup. Penyebabnya sedang berdiri di depan cermin ruang tamu sambil mengenakan kaus olahraga hitam dan celana training. Ezkar. "Lo siap?" tanyanya santai. Niva yang sedang minum air langsung tersedak. "Siap apaan?" "Ke gym." "Hah?" Ezkar mengernyit. "Kemarin lo bilang badan pegel terus." "Itu cuma ngeluh doang." "Makanya olahraga." Niva ingin menolak. Sungguh ingin. Tapi masalahnya bukan gym. Masalahnya adalah sejak malam pengakuan mabuk itu, otaknya rusak. Setiap melihat Ezkar sekarang, otaknya otomatis mengingat: Gue terlanjur jatuh hati, Niv. Dan itu mengerikan. Sangat mengerikan. Karena sekarang Niva mulai sadar Ezkar i

