Bab 58. Penyelamat

1295 Words

Pagi belum benar-benar ramai ketika seorang pemuda berkacamata duduk sendirian di hadapan meja kerjanya. Cahaya matahari tipis jatuh miring di meja kayu. Di atasnya, sepiring kue dari Sweet Saturn tertata rapi—panna cottalam pandan, klepon choco lava, bananagasari, getuk lindri cake, dan satu potong lapis Surabaya red velvet yang baru saja ia geser beberapa milimeter agar komposisinya pas. Ia tersenyum kecil. Dengan gerakan teliti, jemarinya mengangkat ponsel. Klik. Hasil fotonya langsung masuk ke laptop yang sudah terbuka di depannya. Layar itu penuh folder video pendek, potongan-potongan yang diam-diam pernah ia rekam: Suasana di Sweet Saturn yang ceria, lampu hangat di etalase dengan kue-kue lezat bersusun, dispenser minuman yang terkesan segar, tawa pelanggan, bunyi sendok kecil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD