Bab 41. Tersentak

1328 Words

Suasana booth Sweet Saturn sore itu ramai tapi hangat. Orang-orang berlalu-lalang. Beberapa menghentikan langkahnya, tertarik melihat deretan kue warna-warni yang dipajang rapi. Niva berdiri di depan meja display, sedikit membungkuk merapikan label harga. Rambutnya terikat seadanya, tapi wajahnya tetap cerah. “Diskonnya jangan nutup nama produknya, ya,” katanya ke Nina. “Iya, Mbak!” “Cake yang ini tinggal dua—” “Niv.” Suara itu membuatnya menoleh. Nio berdiri di depan booth, mengenakan kaus hitam polos dan jaket tipis. Santai, tapi terlihat mencolok, seperti orang yang tidak niat menarik perhatian tapi tetap berhasil. “Nio, kamu datang lagi?” Niva tersenyum, lalu mengajaknya ke kursi dekat booth. “Nggak capek pulang kerja langsung ke sini?” Nio duduk, santai. “Nggak lah. Justru se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD