Malam itu Ezkar baru saja menjatuhkan tubuh ke sofa ketika mendadak matanya membulat ke arah televisi. “Woi, Niva!” Volume TV langsung dibesarkan. “Niv, muka lo nongol di TV!” Suara langkah kaki terdengar dari lorong kamar. Niva muncul sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil. “Kenapa heboh banget sih?” Ia mendekat santai. “Kan kemarin gue diwawancara TV.” Di layar, wajah Niva tampil jelas sedang tertawa kecil sambil menjelaskan konsep fusion tradisional Sweet Saturn. Ezkar menatap layar beberapa detik sebelum melirik Niva lagi. “Yaudah berarti udah sukses lo bangun nama Sweet Saturn.” Nada suaranya terdengar tulus kagum. Niva langsung nyengir malu sambil duduk di sampingnya. “Masa sih? Perasaan gue masih merintis deh. Usaha gue masih skala kecil.” “Tapi penjualan melonjak

