Nasihat

1224 Words

Kate menatap Arjun dengan lekat. Matanya menunjukkan kasih sayang yang besar pada adiknya itu. "Apa kau masih berpindah kamar?" "Hmmm." "Kau sudah dewasa, kenapa masih berpindah kamar. Bibi Airin sedang sakit, tidak ada yang akan memindahkan mu secara diam-diam. Selain menakutkan, kau juga berat." "Kate!" Arjun menatap kesal pada Kate. "Iya, maaf. Sebenarnya apa yang kau khawatirkan jika kau tidak berpindah kamar?" Arjun tertunduk. Ia kembali mengingat peristiwa mengerikan itu. Lamunannya terhenti saat Kate menepuk punggungnya. "Katakan, Arjun. Aku tahu kau tidak tidur sekamar dengan istrimu karena kau masih dibayang-bayangi masa lalumu. Kenapa kau terus aja terpengaruh, kau harus bangkit, kau tidak boleh kalah dengan rasa takutmu sendiri." Kate terus meyakinkan Arjun. "Apa yang har

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD