“KAMU Jeha kan?” Aldi menunjuk Jeha setelah mengenalinya. Jeha terkejut, “Kak Aldi masih ingat aku?” Aldi mengangguk. Jeha spechless, tidak menyangka Aldi bisa mengingatnya sedangkan Mas Ser tidak. “Foto kamu dulu pernah ditempel di mading kampus, menginformasikan ke mahasiswa lain buat bantu doa setelah kejadian kamu jatuh dari tebing sewaktu camping.” Kebahagiaan yang sempat Jeha rasakan sebelumnya seketika melenyap. Bahunya melorot kecewa, ia pikir Aldi mengingatnya sebagai Jeha di dunia lain. Ternyata Aldi juga sama saja tak mengingatnya. “Oh, gitu ya. Aku gatau kak,” sahut Jeha sambil menahan sesak di daada. “Denger-denger kamu koma, syukurlah sekarang kamu sudah sadar,” ujar Aldi dengan senyum menawan yang masih mampu membuat jantung Jeha berdebar. Kekecewaan Jeha sedikit terob

