Setelah pulang dari kantor Raziq, Salfa tidak lagi kembali ke kantor. Sekarang pikirannya benar-benar kacau. Dia tidak habis pikir dengan semua jalan pikiran Raziq. Dia pun masih ragu apa benar yang ia lakukan sekarang. Apa hal yang akan dia lakukan tidak akan lagi melukai dirinya. Dia pun takut, kalau tindakkannya ini akan membuatnya lebih sulit lagi melupakan laki-laki yang sedang ia coba hapus dari hatinya. Tidak bisa di pungkiri kalau nama Raziqlah yang masih bersemayam di hatinya, namun setelah dia pergi dia tidak ingin berharap lagi bisa bersama dengan laki-laki yang sudah banyak menyakitinya. Bagi Salfa mencintai tanpa bersama pun itu tidak masalah, kalau bersama hanya akan saling menyakiti mereka saja. Ketika dia di jalanan tanpa arah, tiba-tiba dari rumah sakit mengabarinya kalau

