Selama dalam perjalanan menuju tempat acara Salfa lebih banyak diam dari biasanya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau mamanya akan menjebak dia dalam situasi seperti ini. Salfa benar-benar tidak nyaman, apalagi jika mengingat tentang statusnya yang masih menjadi seorang isteri. “ Fa, kamu marah ya.” Tanya Putra. “ Salfa ngga marah kok kak, Salfa ngga suka aja di jebak dalam kondisi seperti ini.” Jawabnya. “ Fa, apa aku boleh tanya ke kamu.” “ Tanya aja kak, kenapa mesti tanya.” “ Apa sih yang susah banget untuk kamu membuka hati buatku.” “ Dan berapa kali juga Salfa bilang ke kak Putra kalau Salfa malas bahas masalah ini. Salfa sampai bosan bilangnya kak, sampai kapanpun Salfa akan terus menganggap kak Putra ini sebagai kakak Salfa. Ngga lebih dari itu.” Balasnya. “ Apa karena

