DUA PULUH SATU

1220 Words

Ditambahkan ke perpustakaan ya.  Devan masih sangat terbebani dengan ucapan Alya tadi pagi itu. Semua seolah mendadak dan gadis itu akan benar-benar pergi meninggalkannya sendirian. Memang saat ini keduanya tengah berada di dalam perjalanan dan baru saja pulang belanja untuk membelikan oleh-oleh kepada keluarga yang jauh di sana. "Kamu tega mendadak gini, Alya," tiba-tiba saja ucapan itu spontan keluar dari mulutnya. "Maaf," Devan masih tetap fokus menyetir dengan perasaan kesal dia tidak bisa mengucapkan semuanya. Dia sadar bahwa Alya punya keluarga. Tetapi mendadak itulah yang membuatnya kesal, dan bahkan Devan sendiri tak habis pikir dengan hal itu. Dia tidak pernah menyangka bahwa Alya akan pulang secara tiba-tiba seperti sekarang ini. "Sayang, jangan marah dong!" "Kamu nggak mik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD