Semenjak berpulangnya Neira dan Airin, juga kepergian keluarga Airin, dia selalu membangun benteng tinggi-tinggi. Tidak begitu mau berbaur dengan teman-teman. Jarang bercanda, lebih suka menyendiri entah membaca atau menulis apa pun yang disuka. Semenjak saat itu, Naraya tidak mau terlalu peduli karena dia tahu, semua akan pergi meninggalkannya. Seperti Satria dan Sofia yang memutuskan pindah ke Abu Dhabi demi kelancaran bisnis, Naraya tetap bersikeras tinggal di Indonesia. Dia berhasil menunjukkan kepada kedua orang tuanya, bahwa dia mandiri sedari muda. Naraya sebenarnya tidak percaya sahabat. Karena orang terdekat akan menyakiti lebih dalam daripada orang asing, bukan? Dia takut jika memiliki sahabat seperti sahabatnya Neira yang pengkhianat. Hasil visum Neira menunjukkan kalau kakakny

