ENAM PULUH

2031 Words

"Nay, lo nggak apa-apa?" Gesna memegang lengan Naraya dan mengguncangkan tubuh pelan membuat Naraya tersadar. Dia menggeleng, mengempaskan kebingungan. "Ge, Ci, udah bel. Masuk kelas sana. Gue mau cabut lagi, ada perlu sedikit. Oh, iya, tolong simpanin tas gue, ya." Meski mengangguk, Gesna terlihat ragu. Cewek itu ditemani Asri kembali ke kelas, sedangkan Naraya melesat turun melalui tangga sebelum bertemu oleh guru-guru. Dia diam-diam menuju tempat aman yang tidak akan didatangi guru piket. Setelah sampai di sekre OSIS, Naraya menelungkupkan kepala, mencoba berpikir apa yang harus dilakukan. Sekeras apa dia berusaha berpikir, tidak juga menemukan jalan keluar hingga ponselnya kembali bergetar. "Kalau lo nelepon cuma buat tambahin masalah, lebih baik lo matiin telepon," bentaknya kepad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD