Naraya tidak suka bermimpi. Sebab, baginya berusaha bangun dari mimpi buruk itu susah sekali. Mimpi buruk acapkali mendatanginya setelah kematian Neira dan Airin. Mimpi yang selalu membuat Naraya bad mood dan hampir saja membuatnya seperti orang gila. Dia kesusahan membedakan mana yang nyata dan mana yang mimpi. Dia sering bermimpi dikejar-kejar sesuatu, dikejar pembunuh, dikejar pencuri. Lain waktu, dia juga sering bermimpi diburu pengawal Eyang yang sudah berhasil dia kelabui. Saat bangun, rasanya lelah, lelah karena mimpi sendiri. Bukan cuma lelah, ketakutan juga masih menyelubungi. Diam-diam, Naraya mulai mengoleksi banyak alat pelindung diri. Rasa tidak percaya terhadap satu pun orang semakin tebal. Mungkin terdengar aneh, tetapi Naraya memiliki pisau lipat tipis serupa kartu at

