Tidak semua warna tampak setiap kali pelangi muncul, dan tidak setiap senyuman berarti kebahagiaan. Ya, memang. Tapi pelangi tetap indah tanpa adanya semua warna, tidak seperti hidupku. Saat satu warna tidak ada, maka hidupku tidak sempurna. Warna hidupku lenyap satu. Iya, itu ada dalam diri seseorang. Galih benar, aku terbelenggu masa lalu. Dibutakan oleh keindahan yang pernah terjadi di masa itu. Bersamanya, bersama dia yang kini duduk di hadapanku. Membidik ke arahku tanpa mengeluarkan kata. Sesuai kesepakatan, aku menemui Raka di salah satu Kafe yang dulu sering kami jadikan tempat nongkrong. Nama Kafe ini tetap sama, namun interiornya yang sudah banyak berubah. Menjadi lebih elegan. Kecanggungan selalu terasa setiap kali kami bertatap muka. Terakhir kali ngobrol dengannya adalah

