Renata berkata di dalam hati nya yang sudah bergejolak untuk menahan apa yang dia rasakan saat ini, begitu sakit dia rasakan hanya saja dia mau berkata agar semua nya bisa daja berjalan dengan lancar tanpa memikirkan satu hal pun saat ini. Memang yang terbaik akan menjadi sebuah kenyataan yang ada di sisi lain nya. Di pagi hari itu Renata yang sedang berada di dapur sudah banyak menyiap sarapan pagi itu. Fajar yang tidak mengetahui kalau Renata sudah tidak ada di dalam kamar. “Hm... dia kemana sampai tidak ada di kamar nya padahal aku sudah katakan jangan melakukan pekerjaan apa pun itu.” Fajar mencari sampai dia berada di dapur entah kenapa pandangan nya yang begitu sangat tidak biasa di miliki oleh Renata itu menjadikan satu sama lain lagi.” Memang diri ini sudah melakuk

