"Sebentar, Bu. Pak Liam sedang menandatangatani beberapa dokumen dengan klien, jadi be---." Belum sempat Reynan melanjutkan perkataannya, Malya yang kala itu datang ke kantor, membuka ruangan direktur dengan paksa. Malya tahu jika Liam tak akan kembali ke kantor. Karena wanita paruh baya itu sempat mengikutinya dengan arah yang melaju menuju rumah. Mengawasi meja dengan dokumen yang masih bertumpuk rapi, sejenak kemudian netra tua yang masih awas namun terlihat sendu itu jatuh pada lembaran kertas yang tercecer. Dan ya, formulir pengajuan perceraian, itu yang Malya baca hingga membuat hatinya mencelus sejatuh-jatuhnya. Mer*mas dengan hanya menggunakan satu tangan, Malya menggeram murka. Instingnya mulai bekerja. Di pikiran wanita yang masih cantik namun telah termakan usia itu, hanya k

