Part 100

1234 Words

Kicau burung yang nyaring, bisa didengar ketika hening melanda jiwa pun dengan semerbak harumnya pagi yang tak menimbulkan duka. Karena sejatinya, pagi adalah keindahan dari Tuhan yang dipersembahkan untuk manusia yang masih bernyawa. Seperti pagi yang indah ini, pun dengan suasana hati Rayna yang kembali cerah. Ya. Meski semalam ia hanya menerima pesan 1 kata, tapi itu cukup melegakan hatinya. “Okey, finish!” Rayna berucap pada dirinya sendiri setelah selesai berdandan dan mengepak bekal sarapannya untuk suami tercinta. Meski ia ingin sarapan bersama pun dengan melakukan segala hal sama-sama. Namun, ia harus bersabar, karena menuntut sedikit saja, maka Gerald akan pergi darinya. “Baiklah, Rayna! Kamu harus sabar!” Gumamnya. Sejurus itu, wanita yang mengenakan blouse putih dipadukan ro

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD