Jika hujan yang turun bisa membasahi bumi dan baunya menentramkan hati, maka tak berbeda jauh dari wanita yang saat ini sedang duduk termenung dengan meratapi diri. Meratap mengapa ia harus sampai jatuh cinta seperti ini namun berakhir pada perjodohan yang nantinya mampu membuat Ayah dan Ibunya melegakan hati. Baiklah Rayna, mungkin ini yang terbaik! Mengembuskan napas panjang dan tersenyum manis, Rayna mencoba membesarkan hatinya meski saat ini ia mati-matian menahan tangis. Ya. Tangis yang mengiris. Manakala ingatannya terlempar pada kebiasaannya bersama pria yang mungkin saat ini telah berbahagia dan bergelung nyaman dengan istrinya. Namun ia dipaksa untuk melupakan setiap kenangan yang tergores karena semakin ia mengingat, maka sakit itu akan membuatnya sekarat. “Ayah sudah meng

