Alea Syahira

1188 Words

Terdengar tawa yang benar-benar gembira dari bibir asisten rumah tangga Ayyana. Ya … siapa lagi kalau bukan Marni yang dengan riang menceritakan ekspresi Liam yang pasi hingga tak bisa lagi berdiri karena perkataannya tadi pagi. Raut syok sangat kentara di rautnya hingga membuat Marni tak mampu mengalihkan diri pada hal lainnya. Yang ingin selalu menatap mantan majikan yang dulu sombong luar biasa. “Rasain tuh! Kapok! Kapok! Kapookkkk!!!” Ungkap Marni bicara seorang diri dengan Ayyana yang sedari tadi menjadi pendengar sejati seraya menggeleng tiada henti karena Marni yang berkali-kali memberikan umpatan-umpatan yang menurutnya tak berdasar sama sekali. “Sudah! Jangan dilanjutin lagi, Mar! Kiano kalau dengar nanti niruin kamu!” Ungkap Ayyana sembari mencatat pesanannya hari ini dan bebe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD