Untitled

1284 Words

“Jadi keputusan yang kamu ambil ini sudah bulat, Dek?” Tanya Aksa yang baru saja menyelesaikan 2 rakaat shubuhnya, begitupun Ayyana yang saat ini melepas mukena dan melipat dengan rapi. “Insya Allah, Mas. Ayya niatnya cuman ibadah aja. Dan kalau lihat kesungguhan Mas Gerald, entah kenapa Ayya merasa siap memulai lagi dengan serius,” jawab Ayyana dengan mantap. “Tapi bukan berarti harus sekarang juga, Mas. Ayyana masih harus membereskan yang ada di sini,” tunjuknya oada hati. Mengembuskan napas panjang, Aksa mengangguk. “Sebenarnya Mas masih pengen kamu sama Kiano di sini dan Mas gak pengen kamu terlalu terburu-buru menerima lamaran Gerald hanya karena Masmu ini jadi sahabatnya belasan tahun. Mas ini kayak takut kamu mengulangi nasib yang sama kalau terburu-buru,” sahutnya dengan melepas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD