kehidupan yang lalu 💫

808 Words
بسم الله الرحمن الرحيم "buku kehidupan yang mempunyai makna, buku sejarah yang mempunyai arti, kisah kehidupan manusia memiliki makna dan cerita" • pasted love • cinta. dulu aku pernah berpikir untuk tidak mengenal cinta, kadang cinta tidak bisa mengerti dalam pikiran dan kehidupan. kenapa? karena cinta itu susah ditebak oleh logika melainkan dirasakan. dulu aku pernah mendapatkan cinta itu dalam hidupku tapi semua sirna pada sesaat, karena cinta yang aku buat sudah digoreskan oleh luka yang aku tidak tahu luka apa yang aku rasakan saat ini. terkadang saat aku memikirkan tentang cinta, aku malah ingin pergi membuang rasa cinta itu. tapi kenyataannya cinta itu datang kembali dalam hidupku walaupun aku sudah berusaha untuk menutup rasa cinta dalam hatiku. cinta. bahkan ia tidak merasakan apa itu cinta. sejatinya itu fitrah. semua rasa yang ditanamkan Allah pada setiap makhluknya. apabila diarahkan kepada kebaikan maka akan mendapatkan ridho-nya. apabila diarahkan kepada keburukan, akan mendapatkan murka-Nya. seperti halnya cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah SAW. cinta yang mendapatkan ketenangan dan kedamaian apalagi cinta itu selalu diutamakan kepada Allah serta kepada kekasihnya. "adreena" adreena yang samar-samar mendengar suara lembut dari arah pintu tersentak. ia mengerjap, Lagi-lagi ia melamun. adreena mendapati bunda yang berdiri di depan pintu. ia beranjak dari posisinya, memilih mengakhiri menatap sebuah buku biru langit yang berada didepannya. memikirkan hal yang bodoh membuat kita menjadi berdosa karena memikirkan yang tidak halal buatnya. "iya, bund?" "kamu kenapa melamun bukannya kamu ingin berangkat ke sekolah" "iya, bun. ini aku lagi membereskan buku-buku sekolahku" bunda pergi meninggalkan ku didalam kamar, aku pun segera turun dari kamar untuk berangkat ke sekolah. diruang makan aku melihat ayah dan kakakku, mereka melihat secara bersamaan saat aku turun dari tangga menuju ruang makan. "gimana persiapan sekolah mu?" "alhamdulillah persiapan sekolah ku sudah beres semua" ayah cuman mengangguk, setelah ayah bertanya kepada ku, aku melanjutkan sarapanku. "bun, yah. aku berangkat dulu iya" "iya, Hati-hati dijalan" "iya, bun" sebelum pamit aku tidak lupa mencium telapak tangan orang tuaku beserta kakakku, karena itu adalah sebuah kewajiban kita untuk menghormati kedua orang tua bukan. tepat di gerbang sekolah aku langsung turun dari mobil, dan menuju masuk kedalam sekolah. dalam perjalanan menuju kelas aku tidak melihat teman-temanku biasanya jam segini sudah pada berisik kalo aku datang. aneh bukan? iya aku merasakan hal yang aneh, tapi buat apa aku pikirkan lebih baik aku masuk kelas dari pada memikirkan hal yang tidak penting. "assalamu'alaikum" "waalaikumsalam" ucap beberapa teman sekelas ku, tapi kenapa aku tidak melihat temanku. aku pun duduk ditempat ku, beberapa menit kemudian teman-temanku satu persatu datang menghampiri mejanya masing-masing. "adreena" "bukannya salam malah teriak" aqila nyengir didepan ku, tanpa ada rasa bersalah sama sekali. "hehe, maaf sayang aku kebablasan" aku cuman menggeleng kepalaku, melihat tingkah laku sahabatku. "adreena, kamu sudah mengerjakan PR yang dikasih guru minggu kemarin?" "sudah" jawab ku singkat intan bingung sama omongan zahra, memang ada PR iya? setau dia tidak ada. "memang ada PR? PR apa?" intan pun bertanya kepada zahra, ingin rasanya aku buang temanku yang satu ini, kenapa harus melontarkan pertanyaan yang tidak usah ditanyakan. "iya Allah tan, gimana si kamu. seharusnya kamu ingat kalo hari ini ada PR" ucap zahra kepada intan "PR apa? setau ku tidak ada" saking kesalnya zahra dengan bocah satu ini, dia pun menepuk jidat intan, kenapa iya memiliki sahabat yang suka lupa. "ada intannnn. kemarin pas guru IPA menerangkan materi dia ngasih tugas juga, tapi kamu malah asik dengan mimpi yang selalu terbang menghantui kepala kamu" "hehe, maaf lagian aku ngantuk banget kemarin" ucap intan tanpa ada dosa sedikitpun pelajaran sekolah pun dimulai seperti biasa dan akhirnya yang ditunggu-tunggu buat para siswa, aku dan ketiga sahabatku berjalan menuju kantin. "adreena, kamu mau pesan apa?" ucap zahra kepadaku "seperti biasa" "oke. aku pesan dulu" zahra menuju ibu kantin untuk memesan pesanan ku dan pesanan kedua sahabatku, dari kejauhan seorang laki-laki menghampiri mejaku. "assalamu'alaikum" "waalaikumsalam" ucapku dan ketiga sahabatku "maaf aku ganggu, aku mau kasih tau soal kajian minggu kemarin tidak sempat ada, sekarang diubah waktunya menjadi sekarang" "jam berapa kajiannya?" ucapku "habis pulang sekolah langsung ke majelis ta'lim seperti biasa" "oke. Terima kasih atas infonya" ucap intan "iya sama-sama. aku duluan iya masih ada urusan yang belum selesai" ucap satria satria pun pergi, aku dan ketiga sahabatku melanjutkan aktifitas makan, selesai sarapan aku dan ketiga sahabatku langsung kembali ke kelas. setelah pulang sekolah aku langsung berbaring di kasur empuk ku, aku mengambil handphone didalam tas dan membuka aplikasi yang ingin aku mainkan. aku melihat ada yang mengirim pesan di instagramku, aku pun membuka pesan tersebut, ternyata temanku dan dua laki-laki yang mengirim pesan kepadaku, aku pun membuka pesan yang dikirim dua laki-laki tersebut. ternyata pesan tersebut dari satria dan ketua OSIS yang mengirim pesan di i********: ku. setelah aku memainkan handphone yang begitu lama akhirnya aku terlelap dalam tidurku. bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD