Kejadian Menegangkan

1652 Words
Sore ini Danish kembali menjemput Keyla ke kantor. Ia bertanggungjawab karena sudah menjemputnya tadi pagi. Danish gak langsung mengantarkannya tapi malah membawanya ke rumah atas permintaan bu Indra. "Singgah dulu ya Key, mama nyuruh nyulik kamu sebentar hehe" canda Danish " okey, nolak juga gak bisa" canda keyla lagi. Di Rumah Danish Disambut oleh bu Indra dengan senyum merekah. " Halo sayang.. gimana kabarnya?" menyalam dan memeluk keyla " Alhamdulillah baik bu udah banyak perubahan" ucap Keyla Mereka pun mengobrol panjang lebar dan menunggu pak Indra sampai rumah untuk makan malam bersama sekeluarga. Kali pertama Keyla diajak makan di rumah Pak Indra. Ada rasa segan karena pak Indra atasan Keyla. Danish memiliki adik cewek yang sedang berkuliah di luar kota. Jadi di rumah hanya ada mereka bertiga dengan beberapa ART [Asisten Rumaah tangga] nya. Mengobrol panjang lebar dan tak terasa sudah malam, Keyla diantar kembali oleh Danish. " Antar dengan selamat ya Dan" pinta mamanya " Iya loh ma" jawab Danish Keyla hanya tertawa dan berpamitan. *** Hari ini Afy lembur sampai malam karena pekerjaannya yang sudah menumpuk. Ia melewati rumah keyla lagi dan melihat mobil Danish berhenti di depan rumahnya dilanjutkan dengan Keyla yang baru turun dari mobil. " Makasi ya (melambaikan tangan sambil senyum ke Danish). Afy baru turun dari mobil menutup pintu mobil. Keyla mendengarnya dan menoleh. Afy melihat keyla juga beberapa detik, kemudian mengabaikannya masuk ke dalam rumah. " Ya sudah stop right now fy! [berhenti sekarang fy]!" ucapnya dalam hati. " Argh.. mulai lapar" ucap Afy memegang perutnya Dibukanya kulkas tidak ada apa-apa karena belum belanja stok makanan. Terpaksa ia keluar lagi untuk makan di warung pinggir jalan dekat pintu masuk komplek. Untungnya sepanjang jalan kiri dan kanan sebelum pintu masuk komplek banyak berjejer toko-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Ada cafe juga yang sering dikunjungi Afy bahkan ada minimarket serba lengkap. Afy berjalan ke depan tanpa melihat rumah Keyla. Sementara Keyla yang baru sampai pun mengutak-atik saklar lampu kamarnya yang tidak bisa menyala. Mungkin bola lampunya sudah putus. " Hmmmh" menarik nafas dan segera pergi ke minimarket seberang komplek untuk membeli bola lampu baru. Keyla menarik pintu minimarket sedangkan Afy yang sudah selesai belanja mendorong pintunya bertemu di depan pintu masuk. " Eh Fy" sapa Key " Eh iya key" Jawab Afy datar " Belanja?" tanya Key lagi " Iya.. oh ya aku duluan ya mau ke depan" jawab Afy tanpa basa basi dan banyak tanya seperti biasanya. Langsung ke sebrang jalan menuju warung makan meninting plastik belanjaannya. Keyla hanya terdiam menyaksikan afy yang mulai berbeda dari biasanya. Ada rasa bersalah muncul. Keyla pun masuk kedalam berbelanja. Beberapa menit kemudian keyla keluar dari mini market dan hendak pergi ke toko elektronik di seberang jalan karena barang yang di carinya di minimarket tidak ada. Dilihatnya Afy sedang duduk di warung seberang sana makan sambil memainkan hapenya. Keyla merasa sedih karena Afy terlihat berbeda. Mungkin Afy coba menjauh seperti kata-katanya tadi malam atau karena tadi keyla dijemput dan dianter oleh Danish membuat Afy jadi salah sangka. Pikirannya dipenuhi tanda tanya jadi gak fokus untuk menyebrang jalan. Keyla tidak melihat ada motor yang kencang datang dari arah simpang jalan. Seseorang berteriak "AWAS!" ke Keyla tapi ia tidak mendengar karena pikirannya lagi kacau. Afy yang mendengar teriakan seseorang langsung melompat berlari ke arah Keyla dan... " Buaaarrrr!!" Keyla di dorong kuat oleh Afy sampai terjatuh ke pinggir jalan sedangkan Afy tertabrak motor, terpelanting dan badannya mengenai mobil yang sedang berjalan, kepalanya menghantam aspal. Semua mata tertuju ke Afy. Semua orang berlari ke arah Keyla dan Afy. Keyla mengalami luka-luka dan masih bisa berdiri. Di lihatnya orang yang menyelamatkannya adalah Afy yang sudah terkapar di jalan.Sangat Kaget. Keyla menjerit histeris dan berlari ke Afy. " Tolong!! Tolong selamatkan dia! panggil ambulan tolong!" teriak Keyla keras Dipangkunya kepala afy yang sudah berlumuran darah itu dan menangis di depan Afy. " Bangun fy! kenapa harus kamu yang selamatin aku! Bangun tolong!!" ucap Keyla histeris dan masih menangis gak karuan Afy masih setengah sadar dan merintih kesakitan. Dilihatnya wajah Keyla diatasnya mencoba untuk ngomong " Aku udah janji sama Rey untuk jagain kamu" ucap afy lirih kemudian pingsan di pangkuan Key. Mereka dikelilingi oleh orang ramai yang mulai berdatangan menyaksikan. Keyla makin histeris. Beberapa menit kemudian ambulan datang. Seseorang datang memberikan handphone dan belanjaan Afy yang masih tertinggal di warung tadi. " Terimakasih ya pak" ucap keyla. Menuju IGD rumah sakit. Keyla memegang erat tangan Afy berharap ia baik-baik saja. Merasa bersalah atas semuanya. " Tolong bertahan Fy" ucapnya lemas masih menangis. Di IGD Keyla menunggu dengan cemasnya. Afy masih di tangani. Baju dan tangan Keyla masih dilumuri darah. Ia terduduk lemas sambil menangis. Ada luka robek di kening afy jadi harus di jahit. Lengan dan kakinya cedera ligamen (terkiliir). Menunggu afy sadar keyla masih menangis. Gak tahu harus berbuat apa masih shock dan panik. Tidak ada yang menenangkannya, dia mencoba tegar karena ini memang kesalahannya. Keyla bingung mau kasih tahu siapa. Mau nelpon mama Afy gak mungkin karena takut mamanya down [lemah] dan serangan jantung. Hanya memberitahu kak Rey dan menceritakan semuanya. Rey gak bisa berbuat apa-apa karena mereka jauh. Dia hanya menenangkan keyla. Keyla menunggu Afy sadar. Memegangi tangannya erat dan berharap Afy bangun. " Fy bangun tolong.. hiks hiks.. jangan tinggalin aku, aku takut Fy aku sendirian hiks hiks.. tolong bangun" menangis pilu " Ya Allah tolong" berdoa dalam hati. Beberapa jam kemudian Afy sadar dan muntah darah Kepalanya terasa pusing dan dadanya sesak, perutnya juga sakit karena benturan keras. Keyla segera memanggil dokter. Dokter memeriksa dan melakukan CT Scan di seluruh tubuhnya. Kepalanya tidak ada masalah serius ataupun geger otak tapi ada cedera dalam organ tubuhnya. Robekan di lambungnya dan harus segera diambil tindakan operasi malam ini juga. Keyla menandatangani persetujuan operasi dengan tangan yang gemetar. Afy kehilangan kesadaran lagi karena terganggunya peredaran darah ke otaknya . Dua jam Keyla menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan cemas dan takut. " Alhamdulillah operasinya lancar dan dia akan di pindahkan ke ruang ICU dulu ya bu.. kita lihat perkembangannya sampai besok" ucap dokter " Baik terimakasih dok" ucap Keyla. Di Ruang ICU Monitor detak jantung terdengar terus dan di mulut Afy masih terpasang masker oksigen. Keyla menangis lagi. " Fy bangun hiks hiks.. seharusnya aku yang berada disini bukan kamu! aku yang pantas disini" ucapnya lirih " Kenapa harus kamu yang menderita gini.. hiks hiks.." memegang tangan Afy kemudian Keyla tertidur karena lelah menangis sedari tadi. Seorang perawat membangunkannya. Karena di ruang ICU tidak boleh ada yang menginap. Keyla keluar menunggu di kursi tunggu depan ruang ICU. Menyenderkan badannya ke dinding dan tanpa sadar tertidur disitu sampai pagi. Keyla tersadar dan masuk kembali mengecek kondisi Afy. Masih belum sadar. Terkulai lemah di kursi. " Kenapa lama sekali bangunnya Fy! aku takut hiks hiks..(kembali menangis) tolong bangun" tangisnya lagi. Beberapa menit kemudian Afy sadar dan melihat sekelilingnya. Dilihatnya keyla menangis sambil tertunduk di sampingnya masih dengan bercak darah di jilbab dan lengan bajunya. Ingin bersuara tapi Afy masih merasa lemas dan lemah sekali. Kepalanya masih pusing dan ia memejamkan matanya kembali. Keyla bangkit dan menemui suster yang berjaga. " Suster, tolong hubungi saya kalau pasien sudah sadar ya sus.. saya mau pulang sebentar" pinta keyla. Afy mendengar keyla berbicara. Ingin memanggil tapi tak bisa. Keyla pulang dengan lemas menangis lagi di kamarnya. **** Kembali ke rumah sakit lagi. Afy masih tertidur kembali sedari pagi tadi. Mungkin efek bius. " Afy.. sadar dong (memegang tangan Afy) aku takut, jangan tinggalin aku sendirian, tolong hiks hiks.. kapan kamu bangunnya? gak capek ya tidur aja! hiks hiks.. biar aku yang gantiin kamu tolong ya Allah biar aku aja yang kek gini hiks hiks.. jangan buat aku khawatir Fy bangun lah hikss.." tangisnya lirih " Aku sayang sama kamu juga, plis jangan kek gini, jangan tinggalin aku hiks hikss.." Afy sudah sadar dan hanya tertidur. Waktu Key datang Afy hanya memejam matanya saja karena merasa pusing, ia sengaja gak manggil perawat karena pasti perawat akan hubungi keyla, ia gak mau keyla terburu-buru datang ke rumah sakit. Afy mendengar semua yang dikatakan Keyla. Memegang kepala keyla. Keyla terperanjat melihat Afy bangun. Berdiri hendak memanggil suster tapi Afy menarik tangan keyla. Keyla langsung memeluk Afy dan menangis histeris. Afy juga membalas pelukannya. Membuka penutup oksigen di mulutnya. " Kamu gak apa-apa kan key?" tanya Afy lirih Keyla hanya mengangguk padahal tangan dan kakinya luka gores dan sebagian lagi lebam. " Jangan lama-lama tidurnya, aku takut, aku sendirian" menangis lagi " Aduh aduh perut aku" ucap Afy merintih Keyla teringat luka operasinya. " Maaf maaf aku lupa" ucapnya. Kemudian Keyla memanggil suster dan dokter memeriksanya. Afy di pindahkan ke ruangan biasa. Keyla menjaganya sepanjang hari. Berulang kali keyla meminta maaf ke Afy dan berulang kali juga dia mengoceh kenapa dia nyelamatin Keyla. Afy hanya tersenyum. " Aku udah janji bakal jagain kamu key, aku udah janji duluan ke Rey " ucap Afy " Iya tapi gak gantiin takdir aku juga!" kesal Key Afy menarik Keyla dekat kemudian memeluknya lagi " Yang penting kamu selamat itu udah cukup" bisik Afy " Tapi Nyawa kamu taruhannya, kamu gak tau kacaunya aku tadi malam itu.. aku hah.. " Kesal key lagi susah menjelaskan karena masih sesak mengingatnya. " aku udah gak apa, udah sadar nih" " Iya tapi aku masih takut, jangan tinggalin aku lagi kek gitu dan jangan lakuin hal gila lagi" cerewet Key " Gak apa kalau untuk kamu" ucap Afy lirih " Pliss.. aku gak mau kamu kenapa-kenapa" sedih Key " Alasannya?" pancing Afy " Karena aku sayang kamu! puas!" ucap Keyla Afy terkaget. " Apa? Aku gak dengar ? Bisa di ulang lagi gak?" canda Afy " Aku sayang kamu Afy ! Puas! hiks hikss... " dengan nada tinggi dan Keyla pun menangis pilu. Afy tersenyum lebar. Memegang kepala Key. " Loh kok nangis lagi?" tanya Afy " Cuma takut aja, kebawa suasana juga keinget yang semalam hiks hiks" Afy memeluk keyla lagi dan menenangkannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD