Terbangun dari tidur singkatnya karena cahaya matahari menembus masuk dari kaca mobil. Afy merintih kesakitan karena tubuhnya kaku dan pegal. Ia menunggu Keyla membuka pintu. Keyla memanggil bidan dekat rumah untuk mengecek kondisinya karena ia susah berjalan, di kakinya masih ada beling. Bidan segera menanganinya dan mengeluarkan beberapa pecahan beling tersebut. Afy mendengarnya dari balik pintu depan. Sedih melihat kondisi istrinya begitu. Ketika bu Bidan pamit Afy pun masuk ke dalam. " Apa lagi?" teriak Keyla lantang " Sayang dengerin aku plis" Afy memohon sambil memeluk istrinya. Keyla berusaha keras menolak badan kekar Afy tapi tenaganya kalah. " Aku sesak! lepasin!" Teriaknya lagi Afy merenggangkan pelukannya. " Pergi!! jangan datang lagi! aku jijik liat kamu!" emosinya memun

