Dalam Diam

1322 Words
" Ternyata selama ini keyla di Singapura? dan sakitnya aku menyaksikan keyla dan keluarga barunya sedang berkumpul bersama, pantes aja selama ini gak pernah angkat telepon lagi mungkin karena sekarang dia udah sama Danish" ucapnya dalam hati masih dengan pandangan mata yang tak berkedip. Papa afy keluar dari sebuah ruangan dokter menghampirinya yang masih berdiri menatap keyla. Kemarin sore Afy mendapat kabar buruk dari papanya bahwa kesehatan mamanya menurun dan akan di jadwalkan operasi besok. Mama dan papa afy selama ini tinggal di Singapura karena papanya berkebangsaan Singapura dan menikah dengan ibunya yang berkebangsaan Indonesia. Papanya keturunan Palestina Inggris sementara mamanya asli Indonesia makanya wajah afy perpaduan bule dan Arab. Afy mempunyai kakak perempuan yang sudah menikah tinggal di jakarta ikut dengan suaminya dan adik lelaki yang tinggal bersama kedua orangtuanya di Singapura. Makanya afy hanya sendiri di Bandung karena keluarganya pada tinggal di luar kota dan di luar negeri. Biasanya afy pulang dua bulan sekali tetapi semenjak di mutasi ke Bandung afy belum ada pulang beberapa bulan ini. Adiknya sendiri yang ikut papanya berbisnis di Singapura. Mama afy memiliki penyakit jantung dan harus di operasi maka dari itu afy langsung bergegas pulang kemarin untuk melihat mamanya. Dan hari ini menemani papanya untuk urus berkas administrasi sementara adik dan mamanya sudah berada di dalam ruang rawat inap menunggu jadwal operasi. " come on fy, welldone [Ayo fy, sudah selesai]" ucap papanya sudah terbiasa dengan bahasa inggris. " Wait [Tunggu] papa duluan aja ke ruangan, afy mau ke toilet" ucap afy masih berdiri memandangi mereka. Sesaat afy ingin tahu ada perlu apa mereka ke rumah sakit dan siapa yang sakit. Pertanyaan muncul dikepala afy. Ingin menghampiri tapi takut mengganggu keseruan mereka, jadi ia mengurungkan niatnya dan kembali ke ruangan mamanya. Di ingatnya lagi wajah keyla yang terlihat pucat dan sedikit kurus beda dari biasanya. Afy kembali ke tempat tadi tapi mereka sudah tidak ada. Menanyakan kepada perawat yang berjaga tapi tidak ada pasien yang bernama keyla karna keyla bukan pasien rawat inap melainkan rawat jalan. Afy salah tanya. Mengirim pesan ke keyla Afy : Selamat ya key, aku ikut senang melihatnya. Bahagia selalu. Dan lagi keyla belum mengecek isi hapenya. Afy berusaha mengenyampingkan pikirannya tentang keyla karena mamanya adalah prioritas utama saat ini. Menemani mamanya berjalan-jalan di taman rumah sakit dengan kursi roda sebelum menjalani operasi. Hingga waktunya tiba Afy, papa, dan adiknya menunggu berjam-jam di depan ruang operasi. Ada rasa khawatir dan cemas dalam hatinya takut mamanya kenapa-kenapa. Sementara kakaknya afy belum bisa pulang ke Singapura karena masih berada di luar kota. Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar. Afy sudah lega sekarang dan mereka bergantian menjaga mamanya di rumah sakit. **** Sore ini afy diantar adiknya Rio menuju rumah karena dari kemarin afy belum cukup istirahat. Sepanjang perjalanan afy memikirkan keyla kembali dan tiba-tiba matanya tertuju pada sesuatu. " Rio wait, stop stop [Rio tunggu, berhenti berhenti]" ucap afy mendadak Rio yang mengendarai mobil menepikan mobilnya dan berhenti. " Please step back a bit [tolong mundur sedikit]" ucap afy lagi. Rio pun mengikuti perintah afy dan kemudian bertanya. " Whats wrong [Ada yang salah?]" tanya rio penasaran Afy belum menjawab dan hanya melihat dua orang yang sedang duduk di taman kota menikmati sore yang indah sembari asyik mengobrol. Orang itu adalah Keyla dan Danish. Dilihatnya sekeliling memastikan apakah ada orang tua Danish dan Rey juga tapi hanya ada mereka berdua. Rasa sakit dan cemburu mulai menyerbu sanubari. Pandangannya tak luput dari mereka berdua. " What happened? U knowed them?" [Apa yang terjadi? kamu mengenal mereka?]" Tanya Rio lagi membuyarkan pandangan Afy " Hmmm, go a head [Teruskan]" kata afy Rio melanjutkan kemudinya menuju rumah. **** Afy merebahkan badannya ke kasur. Tatapannya kosong. Dilihatnya lagi handphonenya belum ada balasan dan dibukanya chat yang ia kirim ke keyla belum juga di baca. Kali ini afy menyerah dan belajar mengikhlaskan keyla walaupun hatinya masih berat dan di pikirannya masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Malam harinya keyla baru mengecek hape. Dilihatnya lagi ada chat baru dari afy. Kali ini keyla penasaran dengan isi chat tersebut dan membaca semua chat yang selama ini dikirim afy. Berpikir sejenak dengan kata-kata yang terakhir di chat itu. " selamat? bahagia selalu? maksudnya apa ya?" tanyanya seorang diri. Keyla ingin membalas chatnya dan mengetik beberapa kata kemudian menghapusnya lagi. Mengetik lagi dan meghapus lagi. " Ah sudahlah aku lelah" tenggelam dalam penasaran dan melupakan kata-kata afy, memilih untuk beristirahat. Afy melihat beberapa chat dari teman dan atasannya kemudian terlihat chat untuk keyla sudah di baca semua tapi tidak ada balasan juga. Pikirannya mulai bertanya-tanya lagi, tapi sepertinya ia mulai lelah dan mengabaikannya. Dia berniat menarik diri dari keyla mulai hari ini mencoba untuk melupakannya perlahan walaupun sulit untuk di mulai. **** Terdengar bunyi alarm dari hape Afy membangunkannya dari tidur nyenyaknya. Dimatikannya alarm itu kemudian tertidur lagi karena lelahnya. Rio mengetuk pintu kamarnya berulang tidak ada sahutan dari afy kemudian membuka pintu kamar membangunkan afy juga tak di gubris. Rio berteriak kencang dan afy terperanjat dari tempat tidur. " Whats up? [Ada apa?]" kaget afy " Mama kritis! lets go now [Ayo pergi sekarang]!" Ajak rio terburu-buru " Hah? wait a minutes [Tunggu sebentar] " ucap afy Tiba-tiba masuk chat dari keyla pagi ini. Key : Maksudnya selamat apa fy? maaf baru balas sekarang Afy bersiap kerumah sakit, diambilnya hape yang terletak di nakas kemudian berlari ke mobil yang sedari tadi sudah di tunggu Rio. Rio mengemudi dengan kencang. Sampai di rumah sakit Afy sekilas melihat hapenya ada pemberitahuan pesan baru dari keyla. Afy langsung membacanya disaat yang sama Rio mengalihkan perhatian Afy dari hapenya. " Come on, quickly! [Ayo cepat]" teriak Rio buru-buru " Sorry ... come on[ Maaf... ayo]" ucap afy yang kemudian buru-buru keluar mobil dan mengabaikan chat dari keyla. Di Ruang ICU Papa mereka menunggu mamanya yang masih di tangani oleh dokter dan perawat. Terlihat defibrillator [Defibrillator : alat kejut jantung] beberapa kali di coba ke mamanya belum ada reaksi. Papanya terkulai lemah dengan wajah sedih. Afy dan Rio mencoba menenangkan papanya. Papanya memeluk kedua anaknya dan berkata " We pray for mama, hope a miracle from Allah [Kita doakan mama, semoga ada keajaiban dari Allah]" Kedua anak itu pun mengangguk lemah. Beberapa menit kemudian Dokter keluar dari ruang ICU. "Im grateful, She survived [Syukurlah, dia selamat]" ucap dokter itu " Alhamdulillah" ucap mereka bertiga bersamaan. " For now, let her rest.. she has gone through a critical period [ Sekarang, biarkan dia istirahat... dia telah melewati masa kritis]" ucap dokter lagi " Yes doc, thankyou so much [Ya dok, terimakasih banyak]" ucap papa mereka " If u need some help later, just call me [Jika butuh bantuan lagi panggil saya]" ucap dokter meninggalkan ruang ICU. Mereka sangat lega sekarang akhirnya mamanya melewati masa kritis. Rio Menyuruh papanya beristirahat karena semalaman berjaga.Sekarang mereka berdua bergantian menjaga mamanya. **** Minggu pagi yang cerah, Danish family pamit pulang ke Indonesia karena jadwal cuti pak Indra hanya satu minggu. Rey dan Keyla mengantarkan mereka ke bandara. " Kami balik dulu ya key, sampai ketemu minggu depan di Indo" kata bu Indra " Iya bu, pak hati-hati ya" balas keyla " Danish kamu yakin gak mau tinggal disini aja? nemenin keyla seminggu lagi" tanya bu Indra ke danish " Aku ada janji temu client [Rekan bisnis] besok ma ada launching [peluncuran] produk baru" Jelas Danish ke mamanya " Maaf ya key" ucap danish lagi ke keyla " Gak apa-apa, insyaallah minggu depan key balik kok" ucapnya. mereka pun berpamitan. Jadwal terapi Keyla tinggal satu minggu lagi begitupun jadwal cutinya. Sel tumornya sudah mulai mengecil dan keyla juga sudah jarang mengalami sakit kepala intens. **** Afy mengantarkan papanya pulang untuk beristirahat sedangkan Rio menunggu di rumah sakit. Sengaja afy melewati taman tempat Keyla dan Danish duduk kemarin sore memastikan apakah ada mereka lagi disitu. Setelah mengantarkan papanya ia berkeliling kota menyusuri setiap jalan berharap ketemu Keyla tapi hanya harapan yang tak terwujud.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD