# Arruna menatap Lisa yang tengah memainkan alat musik di depannya, meski begitu pikirannya tampak seperti tengah berada di tempat lain. Ava menepuk pundak Arruna pelan. “Muridmu tampak berbakat,” ujar Ava. Arruna sedikit kaget dengan kemunculan Ava. Meski begitu ia menutupinya dengan senyuman. “Ya kau benar, dia akan menjadi anak yang luar biasa suatu saat nanti. Mungkin kalau dia tetap di bidang ini, dia akan sama bagusnya denganmu,” ucap Arruna. “Atau denganmu…,” balas Ava. Arruna menoleh pada Ava namun sebaliknya Ava malah tertawa. “Dia bisa saja sama bagusnya denganmu dulu. Kau salah karena memilih untuk fokus dalam melukis meskipun kuakui karyamu tidak buruk juga kalau kau bisa sampai mendapat beasiswa dari institute seni, tapi Arruna, ada banyak cara untuk bermusik. Kenapa

