# Ajie Darmawangsa menatap anak menantunya dengan tatapan sendu. “Runa, Papa memohon padamu demi Gi. Jangan ikuti kemauan Arya. Putramu tidak layak menderita karena kesalahan Papa, Arya dan Mahendra. Papa akan melindungimu, Papa janji, Arya tidak akan bisa menyentuhmu. Jangan bercerai dari Mahendra dan meninggalkan Gi, dia masih sangat membutuhkan ibunya. Bukankah...kau juga mulai mencintai Mahendra?” Pertanyaan ayah mertuanya sukses membuat Arruna terpana. Bagaimana bisa ayah mertuanya seakan bisa membaca pikirannya? “Mahendra...tidak akan pernah bisa mencintaiku....dia sudah memiliki Lani...” Arruna menggigit bibirnya pelan. Ia sendiri tidak paham, kenapa ia akhirnya berbicara seperti itu. Apakah dia benar-benar berharap Mahendra untuk memperhatikannya? Mencintainya? Sedangkan ia

