# Gi menatap ibunya yang saat ini hanya duduk diam dan menatap kosong makanan di depannya. Ibunya bersikap sedikit aneh hari ini. Tadi ia dijemput dari sekolah oleh ibunya dengan taxi padahal biasanya Pak Yadi, sopirnyalah yang mengantar ibunya. Selain itu, bukannya hari ini dia ada jadwal di sekolah seni? Tapi ibunya malah mengajaknya untuk makan di restoran pizza kesukaannya. “Mama…sakit?” tanya Gi. Arruna tidak bereaksi, ia masih diam. Gi mengulurkan tangannya dan mengguncang pelan tangan Arruna. “Mama….Gi buat…salah?” tanya Gi lagi. Raut wajahnya kini terlihat sedih. Arruna tersadar dari lamunannya dan beralih menatap Gi untuk sejenak. Ia meraih tubuh mungil Gi dan memeluknya erat untuk beberapa saat. “Tidak…Gi tidak salah. Mama yang salah. Gi selama ini pasti menderita karena M

