“Harapan memang akan selalu ada, tapi masalahnya…apakah masih ada yang berharap?” (Kichi Ang) # Taka duduk dengan wajah frustasi di samping Lou yang sebenarnya masih merasa bingung kenapa ia juga harus berada di RS. “Paman Lou, terima kasih,” ucap Taka. Lou menarik napas panjang. “Tidak masalah, ini juga perintah Tuan dan Nyonya. Belum lagi Tuan Lee yang ribut-ribut karena puteri kesayangannya ikut-ikuttan terlibat dalam hal yang berbahaya, sebaiknya kau siap-siap di omeli Tuan Lee…kau tahu kan Papanya Ava itu jauh lebih cerewet dibandingkan Nyonya Rheina,” ucap Lou. Taka menarik napas panjang. “Maaf Paman….aku sedang tidak mood untuk mendengar Paman curhat sekarang,” ucap Taka jujur. Bagaimanapun, ia tahu yang akan kena omelan paling banyak bukan dirinya tapi Paman Lou yang entah

