CHAPTER 39

1678 Words

Meskipun berkata demikian. Setelah menitipkan Gabriel ke adiknya. Rasya berkutat ke dapur. Ia berfikir... Aril sebenarnya suka makan apa? Setelah berfikir agak lama pilihannya jatuh kepada nasi goreng dan Roti bakar. Setelah membuatnya, Rasya sempat melihat Gabriel sebentar lalu mengemudikan mobilnya ke kantor Aril. Sampai di kantornya, Rasya pusing. Bagaimana caranya ia masuk kedalam ruangan tersebut. Hanya yang punya kartu pegawai yang bisa masuk kedalam kantor Rasya. Rasya lebih memilih menelfon Aril kini. “Kamu dimana?” Tanya Rasya ketika telfonnya di angkat. “Masih di kantor.” “Aku di bawah.” Kata Rasya yang langsung mematikan telfonnya. Aril melihat handphone-nya yang mati. Aku di bawah?? Aril langsung bergegas turun. Jangan-jangan Rasya berada di kantornya lagi. Memikirk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD