Bab 17

1294 Words

Dunia kadang memang terlalu realistis. Dia memintamu berputar jalan demi menjadi diri kita yang sesungguhnya setelah mengalami banyak ujian di sepanjang jalan tersebut.    Mencoba tenang, aku menarik napas berulang kali ketika senin pagi di kantor. Beberapa orang tersenyum padaku, namun hanya kubalas dengan senyuman palsu. Karena sejak awal berangkat dari rumah sampai ke kantor ini, aku sedang membangun moodku sebelum bertemu dengan pak Firman. Tanpa perlu dijelaskan mengapa aku begini, semuanya akibat kekecewaanku pada Zia. Sungguh aku tidak ingin membahasnya kembali, tapi ya Tuhan, kalimat yang Zia ucapkan terus saja terulang di otakku. Aku tidak ingin berbagi mas Firman dengan Faza, seperti dulu saat kami bersama berada di dalam rahim Ibu. Iyuh, menyebalkan. Benar-benar diluar akal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD