Kamu, hanya bisa diam-diam kusebut namanya dalam doa. Karena aku tahu, dia juga melakukannya untukmu. Dalam seminggu setelah kuretase, Zia dan pak Firman memang dipaksa ibu untuk tinggal di rumah kami. Keadaan Zia yang masih lemah tidak mungkin bisa mengurus suaminya itu seorang diri. Karena itulah, mereka menyetujuinya demi hal-hal yang terbaik untuk ke depannya. Aku pun bersyukur ketika Zia kembali ke rumah. Setidaknya jika aku merindukannya, aku bisa langsung melihatnya. Tanpa ragu-ragu mendatangi rumahnya karena takut mengganggu. Bahkan demi membantu Zia yang kusayangi sepenuh hati, beberapa hari kemarin aku sempat melakukan cuti. Demi membantu ibu merawat Zia ketika masa pemulihan. Untung saja bosku adalah pak Firman, yang tidak perlu aku jelaskan kembali apa alasannya aku mela

