Dalam beberapa hal, kita hanya perlu tersenyum meskipun itu pedih, namun kita tidak bisa ikut campur kembali saat melihat orang yang kita cinta menikmati jalan penuh luka yang telah ia pilih. Aku tidak tahu sampai kapan takdir terus menguji diri ini. Kedua kakiku bahkan terasa tidak bisa berdiri kembali saat mendapatkan kabar jika kondisi Zia semakin memburuk. Aku yang sedang bersama Jek, meminta laki-laki itu untuk mengantarkanku ke rumah sakit. Menemui Zia sesegera mungkin sebelum waktu lah yang membuatku semakin menyesal. Saat langkah kakiku sampai pada kamar rawat inap Zia, kulihat pak Firman sedang duduk di kursi depan ruang rawat tersebut. Kepalanya tertunduk dengan kedua tangannya menopang kepalanya itu. Tubuh besarnya yang biasanya selalu gagah, kini aku bisa melihatnya begi

